You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Loading...
Logo Desa Kiangroke
Desa Kiangroke

Kec. Banjaran, Kab. Bandung, Provinsi Jawa Barat

Selamat Datang di Website Resmi Desa Kiangroke Kecamatan Banjaran Kabupaten Bandung || Website Sistem Informasi Desa Merupakan Inovasi Dalam Pelayanan Dan Informasi Berbasis Digital Untuk Memudahkan Warga Desa Dan Masyarakat Dalam Mengakses Informasi Desa Ancolmekar, Mendapatkan Pelayanan Prima Serta Keterbukaan Informasi Publik Yang Baik Dan Berkelanjutan || Kantor Desa Kiangroke membuka Pelayanan Publik Setiap Hari Kerja Senin s/d Jumat Pukul 08.00 - 16.00 Wib. Pastikan Nomor Induk Kependudukan (NIK) anda terdaftar di Sistem Informasi Desa.

Sejarah Desa

Administrator 19 Desember 2017 Dibaca 1.689 Kali

SEJARAH DESA KIANGROKE

Oleh: Tuti Yuniar

 Bismilahirohmanirohim,

Setelah berusaha mengumpulkan data dari banyak pihak dan narasumber, kami tidak bisa memastikan kapan tepatnya Desa Kiangroke didirikan. Dari para orang tua yang mendengar cerita dari orangtuanya, nama Desa Kiangroke berasal dari kisah adanya pohon Ki Hiang yang di pakai tempat bersarang binatang Toke. Ki Hiang dan Toke digabungkan dalam akronim, menjadi Kiangroke. Menurut bapa kadus sepuh, bapa Ambi Suhambi  beliau mendengar cerita dari para pejuang yang terlibat dalam pertempuran Sasak Rawayan bahwa pada tahun 1946 pohon Ki Hiang itu masih ada berada di persil 3 perbatasan Desa Kiangroke-Cangkuang dan Margahurip, tepatnya di sebelah Leuwi Banteng. Dari  berbagai sumber, dapat kami rangkai bahwa kepala desa yang pertama adalah bapa Abu Bakar tapi cerita dan fakta tentang beliau tak dapat kita kisahkan, kami tak menemukan jejak keturunan beliau. Sedangkan kepala desa yang kedua adalah Rd. Ganda Kusuma beliau adalah anak dari Wangsadireja Wedana Banjaran II atau cucu dari Wedana Banjaran I Rd. Aria Sacanegara. keturanan Rd. Ganda Kusuma kepala desa ada yang menjadi Camat Banjaran II periode 1030-1934 yang bernama Rd. Ganda Kusumah. Kepala desa setelahnya masih bisa kita dapati keluarga dan keturunannya. Adapun  periodisasi  kepemimpinan desa yang berhasil kami himpun sebagai berikut.

  1. Abu Bakar (1915 s/d 1928)
  2. Gandakusumah (1928-1944)
  3. Rd, Oetjo Wiratmaja (1944-1960)
  4. tobi (1960-19968)
  5. Ikim Sutarman (1968-1984)
  6. U Mahpudin (1984-1985)
  7. Achmad Sulaeman (1985-1994)
  8. Asep Setia Permana (1994-2003)
  9. Aten Anwar Gunawan (2003-2013)
  10. Enung Nurhayati (2013- 2019)

 

Dalam masa berdirinya, Desa Kiangroke mengalami beberapa peristiwa penting diantaranya,  gugurnya 43 pahlawan pejuang kemerdekaan  pada tanggal 26 Agustus 1946 bertepatan dengan 28 Rhamadan 1363 H dalam peristiwa yang tercatat dalam sejarah Jawa Barat sebagai Perang Sasak Rawayan. Pada saat itu para pejuang di kepung oleh oleh tentara belanda dan mereka mati syahid sebagai pahlawan bangsa. Sasak Rawayan adalah sebuah jembatan di atas sungai Cisangkuy tepatnya di Kp. Pataruman di tempat tersebut didirikan sebuah tugu sederhana pada tahun 1973  yang di prakarsai oleh tokoh-tokoh Desa Kiangroke seperti, H. Idrus, H. Enoch, Achmad Sulaeman (mantan kepala desa), I.tobi, Sahuri, Sukoco, dan Marku. Selanjutnya pada tahun 1982 Desa Kiangroke mengalami peristiwa yang sangat penting yaitu pemekaran desa, yang melahirkan desa baru bernama Margahurip. Dengan segala keterbatasan sekelumit sejarah desa Kiangroke dapat dituliskan. Kepada pihak-pihak yang bisa memberi masukan, baik itu bukti tertulis atau cerita para sepuh akan sangat kami nantikan, agar kita tidak kehilangan lentera sejarah desa kita tercinta.

 

Kiangroke,.

merangkai sejarah dalam untaian syukur atas nikmat Alloh

 

"
Bayu Septian 31 Mei 2018
"Simkuring buyutna Bpk. Rd. Gandakusumah, ngahaturkeun rewu nuhun parantos kenging informasi perkawis karuhun sim kuring. Sim kuring kagungan foto Ki Uyut, manawi Ibu peryogi kanggo ngalengkepan artikel ieu atanapi kanggo arsip Desa.
Setia 06 Maret 2019
Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image

APBDes 2021 Pelaksanaan

Pendapatan
Rp1,285 Rp1,299
98.93%
Belanja
Rp1,340 Rp1,340
100%

APBDes 2021 Pendapatan

Hasil Usaha Desa
Rp0 Rp17
0%
Dana Desa
Rp2 Rp2
100%
Bagi Hasil Pajak Dan Retribusi
Rp201 Rp198
101.47%
Alokasi Dana Desa
Rp887 Rp887
100%
Bantuan Keuangan Provinsi
Rp130 Rp130
100%
Bantuan Keuangan Kabupaten/kota
Rp65 Rp65
100%

APBDes 2021 Pembelanjaan

Bidang Penyelenggaran Pemerintahan Desa
Rp1 Rp1
98.69%
Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa
Rp889 Rp889
100%
Bidang Pembinaan Kemasyarakatan
Rp77 Rp77
100%
Bidang Pemberdayaan Masyarakat
Rp94 Rp94
100%
Bidang Penanggulangan Bencana, Darurat Dan Mendesak Desa
Rp279 Rp279
100%